Friday, June 3, 2011

Penjual Jembatan Brooklyn

“Kemarin sore saya tertawa terbahak-bahak ketika membaca sebuah artikel dimana didalamnya tertulis penawaran Dijual Jembatan Brooklyn Seharga $14,95 - Dengan Sertifikat,” demikian bunyi sebuah email dari sahabat saya, Pak Sam, pemilik mentorbisnis.com.
“Gimana nggak ketawa, karena saya membayangkan kalo ada orang tiba-tiba menulis begini di koran hari ini- Dijual Jembatan Semanggi Rp 125.000 Bersertifikat. Apa anda kira ini nggak gila? Tidak ada orang di dunia ini yang melakukan Jual Beli Jembatan. Yang ada mungkin memenangkan tender membangun jembatan, atau renovasi jembatan ini jelas ada,” tambahnya berapi-api.
Tapi, si penulis email ini lantas menceritakan, bahwa ternyata dialah yang agak kurang gila. Berikut ini kisah tentang jembatan brooklyn tersebut yang ia baca.
Paul Hartunian, tak seorangpun mengenalnya di Amerika sebelum memasuki dekade ini, tetapi saat ini ia dikenal sebagai Penjual Jembatan Brooklyn. Ini berawal ketika pemerintah Kota New York berencana untuk merenovasi Jembatan Brooklyn yang sudah melegenda dan berusia 100 tahun itu. Tidak ada yang aneh dari renovasi ini, namun Paul melihat peluang di balik renovasi ini.
Biasanya, saat renovasi bangunan lama dihancurkan dan menjadi puing-puing yang terkadang dijualpun orang pada tidak mau membelinya, kecuali dibuat brangkal. Nah, Paul melihat emas di balik puing jembatan Brooklyn ini. Dia beli semua kayu-kayu jembatan tersebut tentunya dengan harga yang sangat sangat murah, sekitar kurang dari $1.000. Lalu Paul memotong kecil-kecil Kayu tersebut seukuran separuh dari penggaris 30 cm. Kemudian ia mendesain sebuah sertifikat menarik, dimana potongan kayu Jembatan Brooklyn tadi ia tempelkan persis ditengah-tengah sertifikat tersebut.
Dengan tambahan bingkai sebagai asesoris agar lebih menarik, maka Paul telah memiliki sebuah produk brilian. Lalu dengan kelihaiannya menggunakan teknik penjualan Free publicty Paul mulai memasarkan produk aneh ini dengan harga $14,95 per buah. Pada awalnya tidak ada yang tertarik untuk membeli, tetapi Paul sangat gigih. Untuk lebih meningkatkan value produknya, maka pada sertifikatnya Paul merangkai kata sebagai berikut ; “Dengan membeli produk ini anda telah turut melestarikan dan menyimpan sebuah karya besar bangsa ini”.
Menurut anda apakah produknya sekarang punya nilai jual yg lebih?Ya , Puluhan Ribu pesanan mengalir dari berbagai Departemen Store Amerika, dan Paul Meraup keuntungan bersih lebih dari $400.000 (hampir empat milyar rupiah) hanya dengan sebuah ide sangat sederhana. Saat ini Paul menikmati hasil kerja kerasnya tersebut dan dikenal sebagai ahli dalam Pemasaran dengan menggunakan teknik Free Publicity.

***
Pesan dari kisah sukses ini sebenarnya adalah, jangan pernah meremehkan ide anda. Eksplorasilah, pelajarilah, dan jika anda sudah sampai pada keputusan untuk mewujudkannya maka fokuslah. Fokus kepada hasil akhirnya bukan pada tetek bengek yang melelahkan, yang terkadang kalo anda tidak sabar, bisa membuat anda frustasi dan pada akhirnya anda tidak termotivasi lagi mewujudkan ide brilian anda tersebut.
Ide menjual jembatan adalah ide sederhana tapi gila alias tidak lazim. Dan sebagaimana umumnya di masyarakat manapun, sesuatu yang tidak lazim pada awalnya pasti ditentang. Bagi orang bermental sukses seperti Paul, tantangan dan cemoohan itu malah membuat dia lebih kreatif, yakni dengan membuat sertifikat sehingga orang yang membeli merasa bahwa ia telah membeli barang berharga dan ikut melestarikan karya besar bangsa. Yang lebih penting lagi adalah Paul terus memfokuskan diri pada pengembangan ide itu hingga lebih matang dan akhirnya menjadi uang. Fokus adalah hal yang sederhana, tapi sangat membosankan. Banyak orang tidak tahan menahan gelombang cemoohan, bosan dengan waktu menunggu atau gunjingan dari teman.
Maka seumpama anda mempunyai ide baru dan hasrat yang menggebu, segeralah “take action” dan teruslah konsisten dan fokus pada tujuan realisasi ide. ***
www.bambang-suharno.blogspot.com

No comments:

Post a Comment