Saturday, January 28, 2012

Mau Wirausaha, Wiraswasta atau Entrepreneur?



Akhir-akhir ini istilah wirausaha dan wirausaha sering dipakai untuk menterjemahkan kata entrepreneur. Di kalangan tertentu khususnya yang terpelajar lebih suka menggunakan istilah asli, yaitu entrepreneur. Sementara itu kalangan pejabat menggunakan istilah wiraswasta atau wirausaha.

Dalam pandangan masyarakat kita, wiraswasta digambarkan sebagai seorang yang menjalankan usaha keluarga yang dikerjakan sendiri dan sulit berkembang. Misalnya punya bengkel, dikerjakan sendiri atau hanya dibantu oleh satu dua orang yang kerjanya hanya kalau disuruh saja. Wiraswasta identik dengan usaha yang sulit berkembang. Kalau kita lihat banyak usaha yang sudah puluhan tahun berjalan, tapi nyaris tanpa perkembangan. Bahkan sebagian kemudian berhenti dengan menanggung hutang. Banyak juga wiraswasta yang dijalankan karena mereka tidak mendapatkan pekerjaan di tempat yang dipandang bergensi misalkan PNS, BUMN, Perusahaan multinasional dan sebagainya. Nah, ketika usahanya berjalan ternyata ada lowongan kerja yang sesuai dengan impiannya, maka usahanya ditinggal alias ditutup. Itulah wiraswasta.

Pendek kata istilah wiraswasta semakin tidak keren. Mereka yang menyandang label wiraswasta dipandang sebagai pelaku usaha yang berjalan seadanya.
Atas dasar itulah Indonesian Entrepreneur Society (IES) menyepakati definisi yang membedakan wiraswasta dengan wirausaha.

Wiraswasta adalah pelaku UKM yang perkembangannya lambat akibat dikelola sendiri tanpa sistem manajemen yang baik. Sedangkan Wirausaha adalah terjemahan dari entrepreneur, yaitu bisnis yang dapat dijalankan dengan sistem manajemen yang baik sehingga pemilik usaha dalam menjalankan bisnisnya tanpa kehadiran dirinya. Wirausaha memungkinkan seseorang memiliki usaha yang yang cabangnya puluhan bahkan ratusan. Wirausaha mampu membuat cabang di luar negeri. Wirausaha membuat pemiliknya bisa jalan-jalan dan bisnisnya tetap jalan dan berkembang.

Jadi beda orang berlabel wiraswasta dengan wirausaha terdapat  pada cara mengelola usahanya. Jika seorang pemilik toko, tiap hari membuka toko sendiri, “nongkrongin” toko dari pagi hingga toko tutup, dan dia harus menutup tokonya ketika ia harus ada acara keluar, maka ia pasti pelaku wiraswasta.
Sebaliknya jika ada pelaku bisnis yang menjalankan usahanya dengan mendelegasikan pekerjaan kepada timnya, ia sudah masuk dalam kategori wirausaha.  Wirausaha memiliki mimpi besar untuk membangun bisnisnya. Alhasil, meskipun mulainya sama-sama dari Nol, wirausaha membuat bisnis menjadi besar, memiliki banyak cabang, bahkan bisa berkembang dengan sistem franchise.
Mau pilih jadi wiraswasta atau wirausaha? Tentunya impian kita adalah wirausaha. Bagaimana cara menjadi wirausaha sukses? Sabar.....hari ini sementara cukup dulu ya.

Salam sukses

No comments:

Post a Comment