Sunday, April 10, 2016

Resiko Sebuah Keputusan



Apa yang kita alami hari ini adalah hasil keputusan masa lalu. Keputusan Anda hari ini yang akan menentukan masa depan Anda.



Kenapa Anda sekarang menjadi dokter hewan? Kenapa Anda bisa menjadi sarjana peternakan? Kenapa Anda kini menjadi pengusaha? Kenapa Anda jadi eksekutif perusahaan? Kenapa Anda jadi birokrat? Semua pertanyaan itu dapat Anda jawab, “itulah keputusan saya di masa lalu”.

Hidup adalah tentang bagaimana kita mengambil keputusan. Apa yang Anda nikmati hari ini adalah hasil keputusan masa lalu. Jika saat ini Anda setiap hari dipusingkan untuk mengambil keputusan-keputusan besar, besar kemungkinan posisi Anda hari ini adalah seorang pemimpin yang penting.

Pada umumnya, semakin tinggi level kepemimpinan, semakin berat keputusan yang diambil dan semakin besar pula dampak lahirnya sebuah keputusan. Setiap keputusan yang kita ambil memiliki konsekuensi masing-masing. Itulah ujian kehidupan. Seorang lulusan SMA akan berhadapan dengan berbagai pilihan untuk melanjutkan kuliah. Mau di Fakultas apa? Di perguruan tinggi mana? Banyak aspek yang harus dipertimbangkan ketika seorang anak muda mau melanjutkan pendidikan tinggi. Itulah saat yang sangat baik untuk belajar mengambil keputusan.

Cara pemimpin Mengambil Keputusan
 
Sebenarnya seperti apa cara para pemimpin mengambil keputusan yang cepat dan akurat?  Berikut ini beberapa tips untuk Anda. Pertama, gunakan aturan deadline. Di kalangan wartawan, deadline adalah “makanan sehari-hari”.  Di  balik  kecepatan wartawan menulis hasil liputan, terdapat pekerjaan berat dan menantang, yakni mengambil keputusan tentang siapa yang harus dihubungi, bagaimana jika target narasumber menolak diwawancarai, bagaimana jika berita ini ternyata kurang menarik publik dan berbagai aspek lainnya.  Saat itu wartawan harus dapat mengambil keputusan, bagian mana yang akan diangkat menjadi tulisan dan mana yang dibuang, dengan segala konsekuansinya. 
Dengan menetapkan deadline dalam mengambil keputusan, Anda akan dipaksa untuk cepat berpikir. Deadline akan memaksa Anda untuk cepat menilai kelebihan dan kekurangan dari suatu keputusan, sehingga Anda dapat dengan cepat mengambil keputusan. Dalam menetapkan deadline perlu dicari waktu yang pas, apakah cukup beberapa menit, sehari, atau satu minggu. Menetapkan deadline juga sebuah keputusan!

Kedua , berpikir hitam dan putih. Ada beberapa saat dimana Anda memiliki pilihan lebih banyak daripada yang Anda butuhkan. Berlebihan, dalam semua hal, membingungkan Anda dan akhirnya dapat menyebabkan kelumpuna  analisa (analysis paralysis). Dalam kasus ini, cobalah untuk menilai opsi dengan sederhana, antara opsi yang baik dan opsi yang buruk, dimana hal tersebut akan menyederhanakan dan mempercepat proses pengambilan keputusan yang optimal. 

Ketiga, letakkan alternatif ke dalam tas. Jika semua opsi terlihat memiliki nilai yang sama, tulislah beberapa alternatif terbaik pada beberapa potong kertas dan letakkan kertas tersebut didalam tas. Keputusan Anda akan ditentukan dengan kertas yang akan Anda ambil secara acak dari tas tersebut.

Keempat, fokus pada saat Ini. Kadang kita bingung ketika mencoba melihat sejauh mana pengaruh keputusan kita saat ini di masa yang akan datang. Hal ini dapat menguras pikiran, karena kita berusaha untuk melihat setiap langkah dan akibat dari langkah tersebut. Jika mengalami kerumitan seperti ini sebaiknya, buatlah keputusan berdasarkan apa yang akan membuat langkah selanjutnya menjadi lebih mudah. Tidak usah berpikir terlalu jauh.

Kelima, tidak perlu takut gagal. Ketakutan akan hasil yang buruk membuat pemimpin mengambil keputusan dengan waktu yang lama. Akhirnya, Anda beresiko untuk tidak mengambil keputusan sama sekali karena telah menghabiskan waktu dan tenaga untuk pertanyaan yang tidak perlu. Cara berfikir yang seperti ini mesti diubah.

Kita perlu bahwa menunda-nunda keputusan sama buruknya dengan membuat keputusan yang buruk. Anda bisa menyelamatkan kembali keputusan yang buruk, serta belajar dari keputusan tersebut. Tetapi tidak mengambil keputusan sama sekali berarti tidak dapat menentukan bagaimana hidup Anda akan berjalan.

Berdoalah Sebelum mengambil Keputusan
 
Tak kalah pentingnya adalah, setiap akan mengambil keputusan, berdoalah. Mintalah kepada Yang Maha Kuasa untuk memberikan petunjuk agar dapat mengambil keputusan terbaik.

Brain Tracy mengatakan , masa depan dimiliki oleh para pengambil resiko, bukan pencari keamanan. Semakin Anda mencari keamanan, justru akan semakin sedikit keamanan yang Anda miliki dan semakin gigih mengejar peluang, semakin banyak keamanan yang akan Anda raih. ***
(Bambang Suharno, majalah Infovet edisi April 2016)

No comments:

Post a Comment