CATATAN BAMBANG SUHARNO TENTANG MUTIARA KEHIDUPAN, BISNIS, KEPEMIMPINAN

Ilmu Cicak di Dinding

Laksana Cicak, itulah yang kita mesti lakukan dalam meraih rejeki. jika datang "seekor nyamuk peluang sukses" langsung saja ditangkap "hap". Ingatlah lagu cicak di dinding.

Mutiara Kehidupan

Jika merantau ke kota besar, janganlah hanya sekedar numpang tua. Gigihlah berprestasi. Jangan Pulang Sebelum Menang

Melampaui Efektivitas

Jika kita ingin merubah nasib, maka perlu dimulai dengan merubah kebiasaan, karena kebiasaan adalah modal keberhasilan.

Tambang Berlian di Lahan Kita

Jangan mudah tergiur dengan dunia luar yang tampak menjanjikan berlian, karena sangat mungkin berlian yang Anda cari tersembunyi di lahan kehidupan Anda.

Menikmati Bungkus Permen

Jika kita membeli permen, kita sebenarnya hanya membutuhkan isi permen, namun kita harus menerima juga bungkus permen yang nggak enak kalau dimakan. Begitupun dalam kehidupan, kita ingin kesuksesan, namun harus menerima bungkusnya juga yang mungkin terasa getir

Thursday, October 27, 2016

Soempah Pemoeda. Satu Bahasa, Bahasa Indonesia

Hari ini 27 Oktober adalah Hari Blogger Nasional. Besok 28 Oktober adalah Hari Soempah Pemoeda.
Saya ingat satu hal tentang sumpah pemuda. Pada tahun 2003 di pameran International Poultry Expo (IPE) di Atlanta Georgia USA, saya bertemu seorang wartawan Poultry International yang pernah ke beberapa kali berkunjung ke kota penting di Indonesia antara lain Jakarta, Surabaya, Makasar, Jogya, Bali.

Dia mengaku sangat terkesan dengan Indonesia
. Dia bilang begini:

"Negara Anda sangat luar biasa. Sangat luas, berpulau-pulau, punya aneka ragam budaya, memiliki ratusan Bahasa Daerah , tapi mampu menyepakati satu Bahasa, Bahasa Indonesia. Banyak negara harus perang saudara karena ribut soal Bahasa. Tapi Indonesia bisa menyepakati satu bahasa."

Sebelumnya saya ingat sumpah pemuda tapi merasa bahwa sumpah yang ketiga itu kurang keren, biasa saja. yang hebat adalah yang pertama dan kedua, Berbangsa satu, Bangsa Indonesia, bertanah air satu Tanah air Indonesia. Sedangkan yang ketiga, "Menjunjung tinggi Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia", sepertinya biasa saja.

Share:

Wednesday, October 26, 2016

Sungguh Aneh Dr Marwah Daud Ibrahim

Sungguh Aneh Dr Marwah Daud Ibrahim. Seorang pakar, cendekiawan, aktivis dengan pergaulan yang luasm, tiba-tiba muncul di media sebagai sosok yang aneh, Ketua Yayasan yang didirikan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Saya pernah ketemu di kantor ICMI daerah Warung Buncit Jakarta Selatan beberapa tahun lalu secara tidak sengaja, dan berkenalan. Ia waktu itu sedang sibuk dengan kegiatan training untuk generasi muda masa depan, sebuah kegiatan yang patut diacungi jempol.

Tapi tentang Yayasan Dimas Kanjeng? Hmmm sungguh bertolak belakang dengan citra yang selama ini terbentuk di publik.
Dalam beberapa wawancara di TV ia berusaha mengaitkan kepintaran Dimas kanjeng dengan ilmu lintas dimensi yang konon kini menjadi kajian ilmiah di berbagai negara. Sayangnya penjelasan itu sangat kurang memuaskan. Publik tetap melihat Dimas Kanjeng bukanlah orang yang layak dibela oleh orang sekelas Marwah Daud Ibrahim. Mudah-mudahan Bu Marwah segera menyadarinya.

Share: