CATATAN BAMBANG SUHARNO TENTANG MUTIARA KEHIDUPAN, BISNIS, KEPEMIMPINAN

Ilmu Cicak di Dinding

Laksana Cicak, itulah yang kita mesti lakukan dalam meraih rejeki. jika datang "seekor nyamuk peluang sukses" langsung saja ditangkap "hap". Ingatlah lagu cicak di dinding.

Mutiara Kehidupan

Jika merantau ke kota besar, janganlah hanya sekedar numpang tua. Gigihlah berprestasi. Jangan Pulang Sebelum Menang

Melampaui Efektivitas

Jika kita ingin merubah nasib, maka perlu dimulai dengan merubah kebiasaan, karena kebiasaan adalah modal keberhasilan.

Tambang Berlian di Lahan Kita

Jangan mudah tergiur dengan dunia luar yang tampak menjanjikan berlian, karena sangat mungkin berlian yang Anda cari tersembunyi di lahan kehidupan Anda.

Menikmati Bungkus Permen

Jika kita membeli permen, kita sebenarnya hanya membutuhkan isi permen, namun kita harus menerima juga bungkus permen yang nggak enak kalau dimakan. Begitupun dalam kehidupan, kita ingin kesuksesan, namun harus menerima bungkusnya juga yang mungkin terasa getir

Monday, September 03, 2018

Ke Mekah Berkat_Drone

Orangtua di foto ini bernama Al-Hassan Abdulla. Seorang miskin yang berasal dari sebuah desa kecil di Ghana. Suatu hari, seorang jurnalis kantor berita Turki sedang merekam sebuah footage menggunakan drone untuk keperluan berita, ketika drone-nya jatuh di depan rumah orangtua ini.
Sang jurnalis berlari utk mengambil, dan mendapati drone-nya berada di tangan laki-laki tua ini.

Kemudian laki-laki tua ini bertanya dengan polos: "Bisakah pesawat kecil ini berubah menjadi besar sehingga dapat membawaku ke Makkah untuk berhaji ?". Mendengar pernyataan polos itu, sang jurnalis men-tweet foto Abdulla saat memegang drone dan menceritakan keinginannya berhaji, seandainya drone itu bisa menjadi besar.

Dalam hitungan menit, tweet dan cerita itu menjadi viral di media sosial di Turki, bahkan bergerak ke seluruh dunia! Tak disangka, pemerintah Turki terkesan dengan cerita itu dan langsung menghubungi orangtua tersebut, mengabarkan bahwa seluruh biaya perjalanan haji akan dibayarkan oleh pemerintah Turki.

Beberapa waktu lalu (musim haji 2018), orangtua ini meninggalkan Ghana untuk bertolak ke Jeddah. Seluruh biaya perjalanannya ditanggung oleh Kementerian Luar Negeri Turki, melalui intervensi menteri Mevlüt Çavuşoğlu.

Begitulah cara Allah memanggil hambanya yang sungguh-sungguh berniat untuk datang ke rumah-Nya.

Betapa sangat fantastis bagaimana Allah memberikan jalan untuk memenuhi harapan bagi orang-orang yang tulus merindukanNya.

Jangan berhenti berdoa. Jangan berhenti berharap. Jangan berhenti merindu! Labbaik!

Source: http://www.anews.com.tr/…/turkey

Masya Alloh... kun fayakuun
copast dari facebook

Share: