MUTIARA KEHIDUPAN

header ads

Jangan Mengeluh

Ketika Indonesia baru merdeka, ada warga masyarakat yang protes karena naik kereta disuruh bayar.
"Lho kita kan sudah merdeka, kok naik kereta disuruh bayar," begitu protes beberapa penumpang kereta , sebagaimana diceritakan dalam salah satu buku karya Bung Karno. Mereka mengira setelah merdeka, rakyat bisa bebas naik kereta tanpa bayar. Lucu juga ya ...

Merdeka menjadi jembatan emas menuju yang lebih baik, namun prosesnya sangat tidak mudah. Berbeda dengan negara lain yang proses merdekanya didukung dan disaksikan banyak negara termasuk lembaga internasional semacam PBB, Indonesia memproklamirkan sendiri dan setelah itu tidak diakui oleh Belanda. Terjadilah pergolakan yang membuat rakyat menderita dan harus berjuang dalam perang mempertahankan kemerdekaan.

Lantas ada celetukan pahit tapi sekaligus lucu, "Kapan yang merdeka ini selesai?". Pertanyaan lucu ini muncul karena ada sebagian masyarakat merasa hidup di alam kemerdekaan tidak berbeda dengan masa penjajahan,

Untunglah kemudian ada semboyan "sekali merdeka tetap merdeka !!!", yang bergelora di seluruh penjuru tanah air. Hingga sekarang semboyan ini masih sering kita dengan setiap bulan Agustus, meski banyak yang tak paham histori dan spiritnya.

Zaman orde baru pembangunan fisik menjadi fokus utama. Karena ekonomi tumbuh harga barang pun meningkat. Hukumnya memang begitu. Contohnya ketika Pulau Batam dibangun besar-besaran di awal 1990an, banyak orang bilang cari duit di Pulau Batam mudah, tapi harga barang juga lebih tinggi dibanding daerah lain. Meski biaya hidup tinggi, cari penghasilan juga tidak terlau sulit.
Ahli eknomi mengatakan ini karena inflasi yang terkendali. Artinya jika inflasi masih di bawah pertumbuhan ekonomi, maka ekonomi mengalami perkembangan yang wajar.

Namun terjadinya kenaikan harga ini direspon negatif oleh sebagian orang. "Dulu 5 rupiah bisa beli satu porsi makanan, sekarang nggak ada harganya," itu keluhan di akhir 80an, membandingkan dirinya di awal 70an.

Indonesia terus bertumbuh, pembangunan dimana-mana, namun kemudian terjadilah krisis ekonomi yang parah tahun 1998 yang diikuti dengan krisis politik dan melahirkan era baru bernama era reformasi. Muncul harapan baru . Indonesia menjadi negara demokrasi dengan sistem yang makin terbuka. Pemilihan presiden secara langsung dilakukan setiap 5 tahun.

Apakah ini lebih baik dari orde baru.  Mereka yang mengeluh di saat orde baru kini mengeluh bahwa hidup terasa semakin sulit, harga barang sangat mahal. "Dulu di era orde baru semuanya stabil, nggak seperti sekarang," katanya.

Saya menduga jika orang ini hidup 50 tahun lagi, saya percaya ia tetap mengeluh meskipun presiden dan jajarannya bekerja dengan baik dan tidak ada yang korupsi.

Kenapa?  Karena ia berpikir dari sisi yang negatif. Pada akhirnya masalah yang ada di hadapan kita mau dibuat sebagai cerita tragedi ataupun cerita drama kesuksesan, itu tergantung kita mau pakai kacamata mana. Kita bisa mengatakan bahwa sekarang jauh lebih susah , karena alasannya pasti ada, sebaliknya dibuat sekarang sebagai era dimana peluang semakin banyak, juga sangat memungkikan karena teknologi berkembang terus menerus.

Para penemu teknologi baru, para pemimpin bisnis yang bisnisnya berkembang dan bisa menciptakan lapangan kerja yang terus bertambah, dapat dipastikan bukan tipe orang yang mengeluh melihat situasi negara. Mereka selalu melihat peluang di tengah tantangan. Di tengah situasi ekonomi yang sulit mereka bisa menemukan cahaya di kegelapan.

Presiden boleh berganti setiap tahun, melakukan pekerjaan dengan energi yang maksimal adalah kewajiban untuk menghasilkan karya terbaik.

Jika ekonomi lemah, mereka berpikir bagaimana cara berkontribusi untuk meningkatkan ekonomi. Jika peluang kerja makin sulit, mereka menciptakan ide baru yang bisa membuat lapangan kerja semakin mudah.

Maka, lihatlah faktanya, dulu tidak ada bisnis konter hp, tidak ada ojek online, tidak ada toko online, tidak ada air minum dalam kemasan,  juga tidak ada air minum isi ulang dan sebagainya. Kini karya orang-orang yang selalu melihat dengan kacamata positif telah mengubah tatanan ekonomi masyarakat.

Kalau Anda masih juga mengeluh setiap hari tentang hidup ini semakin susah, rasakanlah, memang di masa apapun Anda akan susah karena apa yang Anda pikirkan sekaligus berlaku sebagai doa.

Anda yang suka mengeluh pertanda sulit berkembang. Mungkin Anda tidak secara sengaja, karena pola berpikir tersebut adalah pengaruh lingkungan , kelompok politik maupu lingkungan lainnya.

Saya jadi ingat, ketika krisis tahun 1998, saya pernah bertemu dengan pengusaha sukses Bob Sadino (alm).
"Bagaimana cara Om Bob menghadapi krisis ekonomi?" tanya saya.

"Saya tidak menghadapi krisis, tapi menerima krisis," Jawabnya enteng.

Sejenak saya merenung. Hmmm kalau menghadapi krisis yang demikian hebat, banyak pengusaha yang menyerah, sedangkan Om Bob dan banyak pengusaha lain menerima krisis , artinya menyikapinya dengan positif. Di balik krisis masih ada peluang untuk hidup. Seandainya harus merugi, mereka percaya itu sekedar ujian sementara, tidak usah dihadapi dengan stress.

Badai pasti berlalu, tidak akan permanen. Maka janganlah mengeluh. Bersikaplah positif dan tetaplah ceria, agar energi kita lebih efisien untuk menjalani hidup yang pendek ini.  Betapa ruginya kita, jika waktu yang hanya 24 jam sehari ini sebagian besar digunakan berpikir negatif, apalagi ikut menyebarkan informasi keburukan orang lain yang sebenarnya baru asumsi-asumsi saja.

(Bambang Suharno)

#kata mutiara kehidupan


0 Comments:

Posting Komentar