Sunday, February 26, 2017

Warna Warni Tipe Berpikir

Kemampuan membina hubungan antar manusia adalah kunci utama mencapai kebahagiaan (penelitian Harvard University).


Sejak tahun 1938 Harvard University melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan, tentang apa yang sebenarnya membuat manusia sehat dan bahagia. Tahukah Anda, apa kesimpulan dari penelitian tersebut ? Sederhana saja kesimpulannya; good life built with good relationship. Kehidupan yang baik dibangun dengan hubungan yang baik. Itu artinya, kemampuan membina hubungan antar manusia adalah kunci utama mencapai kebahagiaan.

Ngomong-ngomong soal membina hubungan yang baik, Agus E Purwanto seorang certified trainer Emergenetics International-Asia membuka rahasia tentang cara memahami tipe berpikir manusia sebagai modal awal untuk bisa berhubungan dengan orang lain, baik di rumah, di kantor, di dalam pergaulan bisnis maupun sosial. Pada seminar yang diselenggarakan PT Gallus Indonesia Utama (Penerbit Infovet, Info Akuakultur, Cat&Dog) beberapa waktu lalu, Agus mengungkapkan, banyak orang yang gagal membina hubungan baik dengan rekan kerja bahkan dengan pasangan hidupnya, karena belum memahami ragam tipe berpikir manusia. Dengan mengenal tipe berpikir maka kita akan mudah menjalin hubungan dengan orang lain baik yang tipe berpikirnya sama maupun yang berbeda dengan kita.


Agus mengenalkan tipe berpikir manusia dengan konsep Emergenetics yang diciptakan oleh Geil Browning dari Colorado Amerika Serikat. Browning melalui lembaganya, The Browning Group International  telah membuat perubahan yang signifikan dalam kehidupan ratusan ribu orang di berbagai negara melalui konsep Emergenetics.

Menurut Browning, siapa diri kita sekarang merupakan hasil watak tertentu yang emerged (muncul) dari pengalaman kehidupan kita, ditambah genetics (ciri-ciri genetis) kita. Interaksi antara nature dan nurture ini merupakan dasar Emergenetics.
Sebelumnya kita mengenal pembagian cara berpikir otak menjadi dua, yakni otak kiri yang identik dengan cara berpikir logis dan analitis, sedangkan otak kanan adalah identik dengan cara berpikir kreatif, tidak logis dan spontan.

Melalui penelitian tipe berpikir manusia selama puluhan tahun Geil Browning akhirnya menemukan empat kuadran tipe berpikir, dimana kuadran bagian kiri terdiri dari tipe berpikir analitycal (analitis) dan struktural, sedangkan bagian kanan terdiri dari tipe sosial dan konseptual.

Mari kita cermati empat warna pikiran manusia berikut ini.

Pertama, warna berpikir biru.
Melambangkan tipe berpikir analitis. Sesuai namanya, orang yang memiliki tipe berpikir analitis akan sangat suka berpikir tentang data dan alasan-alasan logis.  Jika berdiskusi untuk mengambil keputusan, mereka akan bertanya mana datanya, apa alasan logisnya. Kelompok ini biasanya tertarik pada iklan yang di dalamnya menyebutkan informasi mengenai alasan yang logis tentang mengapa produk yang diiklankan perlu anda beli.

Kedua, warna berpikir hijau.
Menggambarkan tipe berpikir struktural. Orang yang cara berpikirnya struktural menyukai peraturan yang jelas dalam organisasi, komposisi produk, agenda kegiatan yang rapi, jadwal deadline yang jelas, Standard Operating Procedure (SOP), keputusan rapat dan sejenisnya. Kelompok ini menyukai iklan yang menampilkan komposisi sebuah produk.

Ketiga, warna berpikir merah.
Menggambarkan tipe berpikir sosial. Orang-orang yang tipe berpikir merah lebih suka mempertimbangkan segala sesuatu berdasarkan empati dan relasi dengan orang lain. Misalkan akan melakukan PKH terhadap karyawan, pertimbangan utamanya bukan pada tata aturan perusahaan melainkan pertimbangan bagaimana dampaknya bagi keluarga karyawan yang di-PHK. Kelompok ini mudah terpengaruh oleh iklan yang menggambarkan hubungan antar manusia. Misalkan iklan susu untuk anak dengan foto keluarga harmonis.

Keempat, tipe berpikir kuning
Menggambarkan tipe bepikir konseptual. Tipe kuning mengutamakan intuisi dan imajinasi. Mereka suka pada ide-ide baru, tentang imajinasi dan suka berbicara tentang masa depan. Mereka dengan mudah berpikir tentang impian pergi ke bulan atau berwisata ke tempat yang aneh-aneh alias di luar mainstream. Misalkan liburan ke Pulau Nusakambangan, melihat situasi sel teroris, lokasi hukuman mati teroris atau ke pulau Buru tempat tawanan PKI.

Jika Anda akan memberi hadiah pada karyawan dengan tipe ini, mereka akan senang dikasih hadiah yang unik. Kelompok ini menyukai iklan yang unik, tidak perlu menonjolkan produk. Anda pernah melihat sebuah iklan yang menggambarkan produk susu tapi gambarnya beruang dan naga? Sangat mungkin iklan ini ditujukan untuk konsumen dengan tipe berpikir konseptual. Bagi kelompok yang tipe analitis, tentu akan bertanya, “ini iklan kok nggak nyambung, tidak ada penjelasan mengapa produk itu harus saya konsumsi?”. Sementara bagi tipe konseptual, akan berkomentar ,” wow ini baru iklan kreatif”.

Dengan memahami aneka warna cara berpikir manusia, dan terlebih memahami tipe berpikir kita sendiri, maka cara berhubungan dengan orang lain akan menjadi semakin baik dan hidup menjadi lebih bahagia.

Ternyata untuk meraih kebahagiaan, bisa dimulai dengan mengenal warna warni tipe berpikir manusia.***

Training emergenetics, Hubungi Gita Organizer 021. 7829689, 7884 1279  email gallusindonesiautama@gmail.com

No comments:

Post a Comment