Sunday, July 29, 2012

FAKTA TENTANG TELUR DAN ROKOK

Setelah mengumpulkan data dari berbagai sumber, akhirnya saya berhasil membuat tabel perbandingan manfaat telur dan rokok. Sebagai orang yang pernah merokok, saya prihatin dengan situasi Indonesia saat ini. Indonesia kini menjadi salah satu produsen dna konsumen rokok terbesar di Indonesia. Tiap orang Indonesia baik orang tua maupun anak-anak rata-rata mengisap rokok 1.108 batang per tahun atau 21 batang rokok per minggu atau 3 batang per hari. Sebaliknya dalam hal konsumsi telur, orang Indonesia hanya mengkonsumsi 87 butir/tahun.

peternakan ayam, telur, rokokPadahal harga sebutir telur kira-kira sama dengan sebatang rokok. Yang aneh lagi, di negara-negara lain umumnya konsumsi rokok cenderung turun, sedangkan di Indonesia konsumsi rokok meningkat. Mengapa semua ini bisa terjadi? Sangat mungkin karena di Indonesia kampanye rokok masih sangat gencar. Meskipun terjadi pembatasan iklan rokok, para pebisnis rokok tak kurang akal melakukan promosi melalui berbagai event antara lain konser musik, olah raga dan sebagainya. Sementara itu kampanye konsumsi produk peternakan, dalam hal ini telur, amat sangat sedikit. Bahkan secara tidak sengaja masih banyak kampanye negatif tentang telur, umpamanya telur penyebab utama bisul, dan sebagainya.

Mari sebarkan informasi ini dengan klik di sini.

Wednesday, July 25, 2012

SILATURAHMI MENDATANGKAN KEBERUNTUNGAN


Silaturahmi bisa menyambung tali persaudaraan dan keakraban. Hubungan silaturahmi bisa dilakukan dengan berkunjung ke rumah para kerabat serta rekan dan kolega. Jika tidak sempat, silaturahmi juga bisa dilakukan lewat telepon, surat, email, dan sebagainya. Siapa yang tidak senang jika ada orang yang peduli pada keadaan kita? Meski sekadar mengucapkan salam dan bertanya kabar.

Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi’."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Pada tahun 1970-an, seorang sosiolog Havard bernama Mark Granovetter melakukan penelitian tentang cara atau bagaimana seseorang mendapatkan pekerjaan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa mayoritas orang mendapat pekerjaan berdasarkan koneksi pribadi. Jadi kesimpulannya, koneksi atau hubungan silaturrahmi sangat berpengaruh bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan.

Selain itu, analisis dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Hold Lunstad seorang psikolog dari Brigham Young University di Utah USA terhadap sejumlah penelitian tentang efek hubungan sosial pada kesehatan. Tak kurang dari 148 penelitian terhadap 308 ribu lebih orang yang kehidupannya diikuti selama rata-rata 7,5 tahun di analisis oleh tim ini.

Jurnal Plos Medicine terbitan Public Library of Science mempublikasikan hasil analisis tersebut,  yang menyimpulkan bahwa seseorang dengan hubungan sosial yang kuat akan 50 persen lebih panjang umur dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapat dukungan sosial ini. Memiliki hubungan sosial yang baik seperti dengan teman, pernikahan, atau anak sama baiknya untuk menjaga kesehatan seperti halnya berhenti merokok, menurunkan berat badan, bahkan minum obat.

Sebuah penelitian lain pada penduduk Seattle  pada tahun 1997 juga menyimpulkan bahwa biaya kesehatan lebih rendah didapati pada keluarga yang suka bersilaturrahmi dengan orang lain. MacArthur Foundation di AS pun mengeluarkan kesimpulan sejalan yang menyatakan bahwa manusia lanjut usia (manula) bisa bertahan hidup lebih lama disebabkan mereka kerap bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Di samping itu, mereka rajin hadir dalam pertemuan-pertemuan.

Silaturahmi terbukti mendatangkan banyak manfaat dan keberuntungan buat kita.

Disusun oleh Bambang Suharno dan Rochim Armando

Thursday, July 12, 2012

JOKOWI YANG FENOMENAL


Melihat iklan Pemda DKI yang sangat gencar di TV bulan lalu, yang merupakan kampanye sang incumbent Fauzi Bowo alias Foke, saya memprediksi Fauzi sangat sulit dikalahkan oleh Jokowi atau cagub lain. Apalagi suara warga DKI yang anti Foke terpecah dalam 5 calon Gubernur yang lain. Sahabat saya Prof Jasmal Syamsu dari Unhas ketika bertemu saya di Makasar bulan lalu juga meneguhkan prediksi saya.

Kata dia, “kalau seorang incumbent kalah, sebenarnya dia keterlaluan. Soalnya semua fasilitas kampanye sudah tersedia dengan baik. Mau pake strategi apapun, logistik sudah siap”. Ah benar juga kata profesor ini. So, prediksi saya, Jokowi yang saya nilai memiliki paling memenuhi syarat untuk bisa memajukan Jakarta, saat ini mungkin belum waktunya bagi dia menjadi sang pemenang. Biarlah impian Jokowi disimpan dulu.

Namun Rabu 11 Juli, hampir semua warga DKI terhenyak melihat hasil quick Count. Ketika perhitungan cepat dimulai dan Jokowi berada di posisi teratas, saya masih belum yakin. Mungkin karena baru 3 persen. Namun ternyata hingga sistem hitung cepat yang dilakukan berbagai lembaga selesai, Jokowi tetap berada di posisi teratas, mengalahkan sang incumbent.

Karena kemenangan Jokowi dalam putaran pertama itulah saya langsung berniat menulis mengenai profil Jokowi di blog saya ini. Anda tahu siapa Jokowi? Nama lengkapnya Ir. Joko Widodo. Nama Jokowi adalah pemberian seorang pengusaha mebel Prancis yang menjadi buyer dari produk mebel Jokowi. Ia lahir di Kota Surakarta (Solo) 21 Juni 1961. Jokowi kecil adalah anak seorang "tukang kayu". Setelah lulus dari SMA, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada . Setelah lulus kuliah tahun 1985, Jokowi merantau ke Aceh dan bekerja di salah satu BUMN. Kemudian kembali ke Solo dan bekerja di Perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan, CV. Roda Jati. Setelah merasa cukup ilmu dan pengalaman, pada tahun 1998, ia memutuskan berhenti bekerja dan memulai berbisnis sendiri. Dengan kerja keras, ketekunan dan keuletan, akhirnya Jokowi berhasil mengembangkan bisnisnya dan menjadi seorang eksportir mebel.

Menjadi Walikota Solo

Pada tahun 2005, Jokowi memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Walikota Solo dengan partai politik PDI Perjuangan sebagai kendaraan politiknya. Keputusan ini membuahkan hasil.

Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan slogan "Solo: The Spirit of Java". Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa. Ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006.

Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran

Sikap rendah hati Walikota solo ini tidaklah dibuat-buat. Bagi Masyarakat Solo, Jokowi adalah sosok pemimpin yang sangat peduli dengan kehidupan mereka. Di lorong pasar dan jalan-jalan di Kota Solo, Pak Jokowi sering sekali mengobrol dan mendengarkan keluh kesah rakyat tanpa jarak.

Ada satu fakta yang sangat mengejutkan, Jokowi belum pernah mengambil gajinya selama menjabat sebagai seorang Walikota dan Mobil yang ia pakai sebagai mobil dinas saat ini hanyalah "warisan" mobil dinas pendahulunya yaitu Bapak Slamet Suryanto.

Pada pemilihan Walikota 2010-2015, Pak Jokowi berhasil meraih 90% suara dari total pemilih. Sungguh fantastis seorang pemimpin yang benar-benar dicintai masyarakatnya.