Monday, February 29, 2016

Efek Kupu-Kupu



Satu kepakan  kupu-kupu di Brasil dapat menghasilkan angin tornado di Texas.
(Edward Norton Lorenz)

Edward Norton Lorenz adalah seorang ahli matematika dan metereologi Amerika Serikat yang menjadi terkenal karena teori efek kupu-kupu. Teori ini ia temukan tahun 1961 saat ia  secara tidak sengaja yang menemukan sebuah perbedaan kecil dari sebuah kejadian yang dapat menimbulkan kejadian besar di kemudian hari.

Ceritanya begini. Dalam usahanya melakukan peramalan cuaca, Lorenz menyelesaikan 12 persamaan diferensial non-linear dengan komputer yang digambarkan dalam grafik. Pada awalnya dia mencetak hasil perhitungannya di atas sehelai kertas dengan format enam angka di belakang koma (...,506127). Kemudian, untuk menghemat waktu dan kertas, ia memasukkan hanya tiga angka di belakang koma (...,506). Asumsinya perbedaan desimal 6 angka di belakang koma dengan 3 angka di belakang koma, tidaklah akan berpengaruh pada sistem yang sedang ia teliti.

Ia mencetak satu per satu grafik pada kertas sama yang sudah berisi hasil cetakan tadi. Satu jam kemudian, ia dikagetkan dengan hasil yang sangat berbeda dengan yang diharapkan. Pada awalnya kedua kurva tersebut memang berimpitan, tetapi sedikit demi sedikit bergeser sampai membentuk corak yang lain sama sekali.

Berdasarkan penemuan itu ia menyimpulkan bahwa satu kepakan sayap burung camar laut (seagull) dapat mengubah jalannya cuaca untuk selamanya. Atas anjuran rekan-rekan sejawatnya, dalam kuliah-kuliah dan publikasi selanjutnya, Lorenz menggunakan contoh yang lebih puitis, yaitu kepakan kecil kupu-kupu di Brasil dapat menimpulkan angin tornado di Texas.

Ketika Lorenz akan melakukan ceramah pada pertemuan ke-139 American Association for the Advancement of Science tahun 1972, rekan Lorenz, Philip Merilees, mengusulkan judul "Does the flap of a butterfly’s wings in Brazil set off a tornado in Texas?" ("Apakah kepakan sayap kupu-kupu di Brasil menyulut angin tornado di Texas?"). Meskipun kepakan sayap kupu-kupu tetap konstan dalam konsep ini, lokasi kupu-kupu, dampaknya dan lokasi dari dampak-dampak selanjutnya dapat bervariasi luas.

Kepakan sayap kupu-kupu secara teori menyebabkan perubahan-perubahan sangat kecil dalam atmosfir bumi yang akhirnya mengubah jalur angin ribut (tornado) atau menunda, mempercepat bahkan mencegah terjadinya tornado di tempat lain. Kepakan sayap ini merujuk kepada perubahan kecil dari kondisi awal suatu sistem, yang mengakibatkan rangkaian peristiwa menuju kepada perubahan skala besar .

Penemuan Lorenz kini tidak hanya dipakai untuk urusan cuaca. Kalimat itu belakangan menjadi terkenal dan berperan sebagai sebuah peribahasa dan kata-kata motivasi. Jika hal kecil seperti kepakan kupu-kupu yang berjalan konsisten terus menerus dapat menimbulkan angin Tornado, demikian pula dalam kehidupan ini. Pekerjaan sederhana yang dilakukan sungguh-sungguh kelak dapat menimbulkan dampak besar. Sebaliknya kekeliruan kecil yang dilakukan terus menerus dapat menimbulkan kerugian besar di kemudian hari.

Dalam kehidupan, tanpa kita sadari bahwa banyak hal-hal besar yang terjadi berawal dari keputusan dan tindakan yang kecil. Sebuah langkah perubahan kecil, bisa menjadi awal perubahan besar dalam kehidupan seseorang, Hal kecil yang baik dan buruk bisa berefek besar. Seperti mereka yang memutuskan untuk berhenti merokok, dengan memulai mengurangi sebatang sehari itu sudah bentuk perubahan kecil menuju ke perubahan yang besar.

Begitu pula kebiasaan kecil yang buruk juga akan berdampak buruk yang besar. Misalnya kebiasaan menunda pekerjaan, kebiasaan terlambat dalam menghadiri pertemuan. Telah banyak bukti hal ini membuat reputasi buruk bagi orang, bahkan perusahaan.

Efek kupu-kupu ada kaitannya dengan Teori Chaos, teori yang berkenaan dengan sistem yang tidak teratur seperti awan, pohon, garis pantai, ombak dan lain-lain  yang sifatnya  random, tidak beraturan. Namun bila dilakukan pembagian (fraksi) atas bagian-bagian yang kecil, maka sistem yang besar yang tidak teratur ini didapati sebagai pengulangan dari bagian-bagian yang teratur. Begitupun dengan hidup ini. Satu kejadian sepertinya tidak terkait dengan kejadian lain, namun kerapkali jika dirunut akan ketemu simpulnya.

Maka jangan sepelekan kebiasaan-kebiasaan kecil.***

Bambang Suharno

No comments:

Post a Comment