Sunday, March 26, 2017

Empat Pertanyaan Kunci

Prof Abdul Basith,seorang dosen dan pembicara seminar, punya cara untuk memotivasi kita dengan empat pertanyaan yang simple sekaligus tajam. Ia menggunakan Ade Rai sebagai model sukses.
Pertanyaannya diawali begini, “Kapan Ade Rai memutuskan ingin menjadi binaragawan hebat, pada saat badannya masih kecil atau sudah seperti di foto itu? “. Ia menanyakan sampai memperlihatkan foto Ade Rai sebagai binaragawan. Kita pasti menjawab pada saat badannya masih kecil.

Prof Abdul Basith
Pertanyaan selanjutnya,”Mungkinkah badan Ade Rai membesar seperti itu tanpa angkat beban?  “
Jelas tidak mungkin. Ia harus disiplin angkat beban setiap hari sepanjang tahun. Bukan pekerjaan mudah tentunya.

“Apa hukumnya mengangkat beban bila  ingin punya badan seperti Ade Rai, wajib atau hanya sebagai pilihan ?” tanya professor Abdul Basit berikutnya.
Jawab kita adalah pasti wajib. Kalau hanya optional, tentunya tidak akan menjadi kekar sebagaimana badan Ade Rai sebagaimana ditunjukkan di foto itu.

Pertanyaan terakhir, “Siapa role model AdeRai?”. Saya tidak tahu, namun tentunya ia punya role model seorang binaragawan sukses, sebagai motivasi meraih target berbadan sehat dan kekar.

Begitupun dalam kehidupan kita. Jika kita mau meraih cita-cita tertentu, yang pertama-tama adalah memutuskan untuk menetapkan target sedini mungkin.  Kita perlu ikhlas menerima beban tantangan hidup yang berat. Kita harus melatih diri mengangkat dan membawa beban  berupa kesulitan dan ujian. 
Dan sebaiknya ada orang sukses yang kita kagumi sebagai role model sukses kita.
Mumpung bulan Agustus, saya coba hubungkan dengan cita-cita para pendiri bangsa. Saya sangat bangga dengan Indonesia, karena proses kemerdekaannya sangat rumit, melelahkan, banyak pengorbanan, penuh perjuangan. Dibuat menjadi puluhan film sepertinya tidak habis-habis.

Sejarah mengatakan, lahirnya pergerakan Boedi Oetomo tahun 1908 adalah dimulainya pola perjuangan yang berbeda dari sebelumnya.  Pada era sebelumnya perjuangan dilakukan dengan perang fisik melawan penjajah di masing-masing daerah kerajaan. Sejak muncul organisasi modern bernama Boedi Oetomo, mulailah dengan pola pergerakan organisasi modern yang berjuang secara intelektual. Sejak itulah keputusan untuk menjadi negara merdeka disepakati oleh tokoh perjuangan.

Dilanjutkan dengan Soempah Pemoeda tahun 1828 yang menyepakati berbangsa satu bangsa Indonesia, bertanah air satu tanah air Indonesia dan menjunjung  tinggi bahasa persatuan Bahasa Indonesia.  Di tengah-tengah ratusan bahasa yang ada di nusantara, kesepakatan menggunakan Bahasa Indonesia menjadi sangat bermakna. Lagu Indonesia raya yang dikumandangkan di hari Soempah pemoeda adalah bukti kuat tentang penetapan cita-cita kemerdekaan.

Jadi keputusan untuk menjadi negara merdeka dilakukan jauh hari sebelum tahun 1945. Dibutuhkan waktu setidaknya 40 tahun memperjuangkan kemerdekaan secara modern.
Jika Ade Rai wajib menangkat beban setiap hari agar tercapai cita-cita sebagai binaragawan ternama, maka demikian pula beban yang harus dipikul oleh para pejuang. Tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan seperti Soekarno, Hatta, Shahrir dan sebagainya harus rela dipenjara, dibuang ke pulau terpencil, diawasi secara ketat pergerakannya. Mereka harus terlatih untuk mengatur strategi. Sikap pantang menyerah menjadi wajib hukumnya.

Mungkinkah cita-cita kemerdekaan bisa diraih hanya dengan berpangku tangan? Jelas tidak. Para pejuang sudah tahu bahwa mereka harus menerima banyak beban kesulitan, harus berkorban pikiran, tenaga dan harta demi sebuah cita-cita bersama. Sebagai orang terpelajar di masa Hindia Belanda, sangat mudah jika mereka memilih untuk hidup nyaman, yakni dengan bekerja sebagai pegawai pemerintah Hindia Belanda dengan gaji besar. Namun mereka memilih untuk mendapat beban perjuangan. Jadi jelas, menanggung beban adalah wajib bagi orang yang ingin meraih cita-cita.

Lantas siapakah role model dari kemerdekaan?  Para tokoh pergerakan itu sudah paham sejarah dunia, tentang kolonialisme dan neokolinialisme.  Dari sanalah mereka mendapat inpirasi tentang kemerdekaan. Dan sejak Indonesia merdeka tahun 1945, Indonesia menjadi role model negara lain untuk segera menyusul Indonesia menjadi negara merdeka. Karena Indonesia berani merdeka terlebih dahulu dibanding negara jajahan lain, maka Indonesia menjadi pemimpin negara-negara Asia Afrika. Mereka mengagumi kehebatan para pemimpin pergerakan Indonesia yang berani memproklamirkan kemerdekaan di tahun 1945 dimana setelah itu masih harus berjuang melawan penjajah yang belum rela melepas Indonesia sebagai negara merdeka. Barulah tahun 1949  Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.

Nah itulah kisah sukses kemerdekaan Indonesia. Bagaimana dengan cita-cita Anda? Sudahkah Anda  tetapkan cita-cita 10 tahun ke depan? Bagaimana beban yang akan Anda terima? Bagiamana latihan Anda agar lebih kuat menghadapi tantangan? Siapakah role model dari cita-cita Anda?

Selamat, Anda sudah siap meraih bintang kesuksesan.***

No comments:

Post a Comment