Friday, August 10, 2012

TIPE ORANG BERDASARKAN KEHADIRAN RAPAT

Setelah sekian lama mengikuti berbagai macam pertemuan baik informal maupun informal , saya mulai mengenal beberapa tipe manusia dilihat dari cara mereka menghadiri pertemuan atau rapat.

Tipe pertama adalah yang senang hadir in time (in time person), artinya datang sebelum acara dimulai. Menurut saya mereka ini sangat menghargai orang yang mengundang. Mereka akan meminta maaf apabila terlambat. Bagi orang-orang yang suka datang sebelum pertemuan dimulai, mereka punya waktu untuk ngobrol dengan pihak yang mengundang atau berkenalan dengan peserta yang lain, sehingga sudah mulai ada bayangan suasana rapat seperti apa dan apa yang harus disampaikan.

Tipe kedua adalah yang senang hadir on time (on time person), artinya mereka lebih bangga kalau datang tepat waktu sebagaimana yang tertera di dalam undangan. Saya agak heran dengan orang jenis ini. Kalau diundang rapat jam 10, maka dia bisa masuk ke ruang rapat persis jam 10. Padahal jalanan Jakarta sulit diprediksi. Setelah saya selidiki ternyata bos tipe ini sebenarnya sampai di lokasi sebelum jam 10, tapi sebelum masuk ruangan dia menyempatkan bersibuk ria di mobil, mungkin sms, bbm, buka laptop, menyiapkan bahan dan lain-lain. Yang saya lihat, mereka yang datang on time justru menyiapkan dengan baik apa yang akan disampaikan di forum pertemuan. Tipe ini, jika datang terlambat akan menelepon dulu ke pihak pengundang, minta maaf datang terlambat dan menyarankan rapat silakan berjalan sesuai rencana.

Tipe ketiga, ini saya sebut late person. Orang yang suka telat. Pada awalnya saya mengira mereka ini memang orang sibuk, sehingga telat hadir karena ada acara penting lainnya, atau terjebak macet. Ternyata tidak demikian. Saya beberapa kali mengajak orang tipe ini, ternyata dia menyiapkan untuk berangkat ke tempat rapat benar-benar mepet waktunya, sehingga membuat saya was-was terlambat hadir. Dan memang benar,  kami terlambat hadir dan dengan cueknya dia nyelonong masuk tanpa menyampaikan maaf atas keterlambatannya. Padahal rapat sudah dimulai.dengan bahasan yang penting, sehingga pimpinan rapat terpaksa mereview sebagian yang sudah dibahas.

Yang lebih parah lagi ketika late person sebagai pihak yang mengundang. saya pikir sebagai pengundang tidak terlambat. Wah ternyata telat juga, padahal acaranya di kantor sendiri. Peserta sudah masuk ke ruangan, barulah dia masuk dan menyampaikan maaf ada urusan sebentar . Kali ini karena sebagai tuan rumah dia minta maaf . Begitu pula ketika dia mengundang pertemuan makan siang (lunch meeting) di sebuah restoran, eh dia datang telat juga. Peserta yang hadir sudah pada kelaparan dia baru nongol. Nah, kalau diundang manusia tipe ini nggak usah buru-buru hehehe.

Tipe keempat, absent person. Kalau diundang menyatakan mengusahakan hadir, tapi ketika hari H dia menyatakan ada kesibukan lain sehingga tidak hadir atau mengutus wakilnya. Orang seperti ini jarang hadir khususnya pada acara yang sifatnya seremonial atau ramah taman belaka.

Termasuk tipe manakah anda?***

Sunday, July 29, 2012

FAKTA TENTANG TELUR DAN ROKOK

Setelah mengumpulkan data dari berbagai sumber, akhirnya saya berhasil membuat tabel perbandingan manfaat telur dan rokok. Sebagai orang yang pernah merokok, saya prihatin dengan situasi Indonesia saat ini. Indonesia kini menjadi salah satu produsen dna konsumen rokok terbesar di Indonesia. Tiap orang Indonesia baik orang tua maupun anak-anak rata-rata mengisap rokok 1.108 batang per tahun atau 21 batang rokok per minggu atau 3 batang per hari. Sebaliknya dalam hal konsumsi telur, orang Indonesia hanya mengkonsumsi 87 butir/tahun.

peternakan ayam, telur, rokokPadahal harga sebutir telur kira-kira sama dengan sebatang rokok. Yang aneh lagi, di negara-negara lain umumnya konsumsi rokok cenderung turun, sedangkan di Indonesia konsumsi rokok meningkat. Mengapa semua ini bisa terjadi? Sangat mungkin karena di Indonesia kampanye rokok masih sangat gencar. Meskipun terjadi pembatasan iklan rokok, para pebisnis rokok tak kurang akal melakukan promosi melalui berbagai event antara lain konser musik, olah raga dan sebagainya. Sementara itu kampanye konsumsi produk peternakan, dalam hal ini telur, amat sangat sedikit. Bahkan secara tidak sengaja masih banyak kampanye negatif tentang telur, umpamanya telur penyebab utama bisul, dan sebagainya.

Mari sebarkan informasi ini dengan klik di sini.

Wednesday, July 25, 2012

SILATURAHMI MENDATANGKAN KEBERUNTUNGAN


Silaturahmi bisa menyambung tali persaudaraan dan keakraban. Hubungan silaturahmi bisa dilakukan dengan berkunjung ke rumah para kerabat serta rekan dan kolega. Jika tidak sempat, silaturahmi juga bisa dilakukan lewat telepon, surat, email, dan sebagainya. Siapa yang tidak senang jika ada orang yang peduli pada keadaan kita? Meski sekadar mengucapkan salam dan bertanya kabar.

Dari Abu Hurairah, ia berkata: “Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi’."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Pada tahun 1970-an, seorang sosiolog Havard bernama Mark Granovetter melakukan penelitian tentang cara atau bagaimana seseorang mendapatkan pekerjaan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa mayoritas orang mendapat pekerjaan berdasarkan koneksi pribadi. Jadi kesimpulannya, koneksi atau hubungan silaturrahmi sangat berpengaruh bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan.

Selain itu, analisis dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Hold Lunstad seorang psikolog dari Brigham Young University di Utah USA terhadap sejumlah penelitian tentang efek hubungan sosial pada kesehatan. Tak kurang dari 148 penelitian terhadap 308 ribu lebih orang yang kehidupannya diikuti selama rata-rata 7,5 tahun di analisis oleh tim ini.

Jurnal Plos Medicine terbitan Public Library of Science mempublikasikan hasil analisis tersebut,  yang menyimpulkan bahwa seseorang dengan hubungan sosial yang kuat akan 50 persen lebih panjang umur dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapat dukungan sosial ini. Memiliki hubungan sosial yang baik seperti dengan teman, pernikahan, atau anak sama baiknya untuk menjaga kesehatan seperti halnya berhenti merokok, menurunkan berat badan, bahkan minum obat.

Sebuah penelitian lain pada penduduk Seattle  pada tahun 1997 juga menyimpulkan bahwa biaya kesehatan lebih rendah didapati pada keluarga yang suka bersilaturrahmi dengan orang lain. MacArthur Foundation di AS pun mengeluarkan kesimpulan sejalan yang menyatakan bahwa manusia lanjut usia (manula) bisa bertahan hidup lebih lama disebabkan mereka kerap bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Di samping itu, mereka rajin hadir dalam pertemuan-pertemuan.

Silaturahmi terbukti mendatangkan banyak manfaat dan keberuntungan buat kita.

Disusun oleh Bambang Suharno dan Rochim Armando

Thursday, July 12, 2012

JOKOWI YANG FENOMENAL


Melihat iklan Pemda DKI yang sangat gencar di TV bulan lalu, yang merupakan kampanye sang incumbent Fauzi Bowo alias Foke, saya memprediksi Fauzi sangat sulit dikalahkan oleh Jokowi atau cagub lain. Apalagi suara warga DKI yang anti Foke terpecah dalam 5 calon Gubernur yang lain. Sahabat saya Prof Jasmal Syamsu dari Unhas ketika bertemu saya di Makasar bulan lalu juga meneguhkan prediksi saya.

Kata dia, “kalau seorang incumbent kalah, sebenarnya dia keterlaluan. Soalnya semua fasilitas kampanye sudah tersedia dengan baik. Mau pake strategi apapun, logistik sudah siap”. Ah benar juga kata profesor ini. So, prediksi saya, Jokowi yang saya nilai memiliki paling memenuhi syarat untuk bisa memajukan Jakarta, saat ini mungkin belum waktunya bagi dia menjadi sang pemenang. Biarlah impian Jokowi disimpan dulu.

Namun Rabu 11 Juli, hampir semua warga DKI terhenyak melihat hasil quick Count. Ketika perhitungan cepat dimulai dan Jokowi berada di posisi teratas, saya masih belum yakin. Mungkin karena baru 3 persen. Namun ternyata hingga sistem hitung cepat yang dilakukan berbagai lembaga selesai, Jokowi tetap berada di posisi teratas, mengalahkan sang incumbent.

Karena kemenangan Jokowi dalam putaran pertama itulah saya langsung berniat menulis mengenai profil Jokowi di blog saya ini. Anda tahu siapa Jokowi? Nama lengkapnya Ir. Joko Widodo. Nama Jokowi adalah pemberian seorang pengusaha mebel Prancis yang menjadi buyer dari produk mebel Jokowi. Ia lahir di Kota Surakarta (Solo) 21 Juni 1961. Jokowi kecil adalah anak seorang "tukang kayu". Setelah lulus dari SMA, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada . Setelah lulus kuliah tahun 1985, Jokowi merantau ke Aceh dan bekerja di salah satu BUMN. Kemudian kembali ke Solo dan bekerja di Perusahaan yang bergerak di bidang perkayuan, CV. Roda Jati. Setelah merasa cukup ilmu dan pengalaman, pada tahun 1998, ia memutuskan berhenti bekerja dan memulai berbisnis sendiri. Dengan kerja keras, ketekunan dan keuletan, akhirnya Jokowi berhasil mengembangkan bisnisnya dan menjadi seorang eksportir mebel.

Menjadi Walikota Solo

Pada tahun 2005, Jokowi memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Walikota Solo dengan partai politik PDI Perjuangan sebagai kendaraan politiknya. Keputusan ini membuahkan hasil.

Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan yang pesat. Branding untuk kota Solo dilakukan dengan slogan "Solo: The Spirit of Java". Langkah yang dilakukannya cukup progresif untuk ukuran kota-kota di Jawa. Ia mampu merelokasi pedagang barang bekas di Taman Banjarsari hampir tanpa gejolak untuk merevitalisasi fungsi lahan hijau terbuka, memberi syarat pada investor untuk mau memikirkan kepentingan publik, melakukan komunikasi langsung rutin dan terbuka (disiarkan oleh televisi lokal) dengan masyarakat. Taman Balekambang, yang terlantar semenjak ditinggalkan oleh pengelolanya, dijadikannya taman. Jokowi juga tak segan menampik investor yang tidak setuju dengan prinsip kepemimpinannya. Sebagai tindak lanjut branding ia mengajukan Surakarta untuk menjadi anggota Organisasi Kota-kota Warisan Dunia dan diterima pada tahun 2006.

Langkahnya berlanjut dengan keberhasilan Surakarta menjadi tuan rumah Konferensi organisasi tersebut pada bulan Oktober 2008 ini. Pada tahun 2007 Surakarta juga telah menjadi tuan rumah Festival Musik Dunia (FMD) yang diadakan di kompleks Benteng Vastenburg yang terancam digusur untuk dijadikan pusat bisnis dan perbelanjaan. FMD pada tahun 2008 diselenggarakan di komplek Istana Mangkunegaran

Sikap rendah hati Walikota solo ini tidaklah dibuat-buat. Bagi Masyarakat Solo, Jokowi adalah sosok pemimpin yang sangat peduli dengan kehidupan mereka. Di lorong pasar dan jalan-jalan di Kota Solo, Pak Jokowi sering sekali mengobrol dan mendengarkan keluh kesah rakyat tanpa jarak.

Ada satu fakta yang sangat mengejutkan, Jokowi belum pernah mengambil gajinya selama menjabat sebagai seorang Walikota dan Mobil yang ia pakai sebagai mobil dinas saat ini hanyalah "warisan" mobil dinas pendahulunya yaitu Bapak Slamet Suryanto.

Pada pemilihan Walikota 2010-2015, Pak Jokowi berhasil meraih 90% suara dari total pemilih. Sungguh fantastis seorang pemimpin yang benar-benar dicintai masyarakatnya. 


Monday, June 11, 2012

SELAMAT JALAN SUDONO SALIM ENTREPRENEUR TERKAYA DI NEGERI INI

Miliarder Liem Sioe Liong atau yang dikenal dengan Sudono Salim meninggal, Minggu, 10 Juni 2012 di Singapura. Ayah dari Anthoni Salim, direktur utama PT Indofood Sukses Makmur Tbk ini meninggalkan sejumlah warisan bisnisnya yang menggurita.

Ia dekat dengan Soeharto di awal kemerdekaan. Karier bisnisnya melesat di bawah kekuasaan Soeharto. Namun, jatuh pada kerusuhan 1998, sehingga ia lari ke Singapura.

Pada 1969, Liem bersama Sudwikatmono, Djuhar Sutanto, dan Ibrahim Risjad yang dikenal The Gang of Four ini mendirikan CV Waringin Kentjana. Liem sebagai chairman dan Sudwikatmono sebagai chief executive officer (CEO). Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan, ekspor kopi, lada, karet, tengkawang, dan kopra, serta mengimpor gula dan beras.

The Gang of Four ini lalu mendirikan pabrik tepung terigu PT Bogasari dengan modal pinjaman dari pemerintah. Ketika pertama berdiri, PT Bogasari berkantor di Jalan Asemka, Jakarta, dengan kantor seluas 100 meter persegi. Pada 1975, kelompok ini mendirikan pabrik semen PT Indocement Tunggal Prakarsa.

Pria yang juga disapa Om Liem ini juga mendirikan kerajaan bisnis bidang otomotif di bawah bendera PT Indomobil Sukses Internasional. Bahkan, bisnisnya merambah ke bidang perbankan dengan mendirikan PT Bank Central Asia bersama Mochtar Riyadi.

Ketika krisis moneter dan Soeharto lengser, usahanya ikut terpuruk. Pada saat krisis moneter 1998, bisnis Grup Salim jatuh. Saat itu, Om Liem harus menyerahkan sekitar 108 perusahaan kepada pemerintah guna membayar utang Rp52,7 triliun. Rumahnya di Jalan Gunung Sahari, Jakarta dijarah massa. Sejak saat itu, ia lalu tinggal di Singapura hingga akhir hayatnya.

Forbes pernah menempatkan Liem Sioe Liong menjadi orang terkaya di Asia Tenggara peringkat ke-23 pada 2005. Liem pada saat itu diperkirakan memiliki harta US$750 juta.
Sumber kekayaannya berasal dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang telah bertransformasi menjadi perusahaan Total Food Solution dengan kegiatan operasional mencapai seluruh tahapan proses produksi makanan, mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku menjadi produk akhir yang tersedia di pasar.

Di Indofood terdiri atas empat grup usaha. Pertama, produk konsumen bermerek atau consumer branded products (CBP), yang kegiatan usahanya dilaksanakan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 7 Oktober 2010. Produk ini terdiri atas Divisi Mi Instan, Divisi Dairy, Divisi Penyedap Makanan, Divisi Makanan Ringan, Divisi Nutrisi dan Makanan Khusus.

Kedua, Grup Bogasari, yang memiliki kegiatan usaha utama memproduksi tepung terigu dan pasta.

Ketiga, Grup Agribisnis yang terdiri atas Divisi Perkebunan, Divisi Minyak dan Lemak Nabati. Di bidang agribisnis, kegiatan operasional dijalankan oleh PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk yang sahamnya tercatat di BEI dan merupakan anak perusahaan Indofood Agri Resources Ltd (IndoAgri) yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Singapura.
Kegiatan usaha utama grup ini meliputi penelitian dan pengembangan, pembibitan, pemuliaan, dan pengolahan kelapa sawit hingga produksi serta pemasaran minyak goreng, margarin dan shortening bermerek.

Keempat, Grup Distribusi, yang memiliki jaringan distribusi paling luas di Indonesia. Grup ini mendistribusikan hampir seluruh produk konsumen Indofood dan anak perusahaannya, serta berbagai produk pihak ketiga.

Selamat Jalan Sudono Salim.
(Sumber: VIVAnews, tokohindonesia.com, Indofood l art)

Saturday, June 9, 2012

PELAJARAN DARI MAHATMA GANDHI


Shirley. Dr. Arun Gandhi, cucu mendiang Mahatma Gandhi bercerita : Pada masa kecil ia pernah berbohong kepada ayahnya. Saat itu ia terlambat menjemput ayahnya dengan alasan mobilnya belum selesai diperbaiki, padahal sesungguhnya mobil telah selesai diperbaiki hanya saja ia terlalu asyik menonton bioskop sehingga lupa akan janjinya.

Tanpa sepengetahuannya, sang ayah sudah menelpon bengkel lebih dulu sehingga sang ayah tahu ia berbohong. Lalu wajah ayah tertunduk sedih; sambil menatap Arun sang ayah berkata :
"Arun, sepertinya ada sesuatu yang salah dengan ayah dαƖαm mendidik dan membesarkan kamu, sehingga kamu tidak punya keberanian utk berbicara jujur kepada ayah.  Untuk menghukum kesalahan ayah ini, biarlah ayah pulang dengan berjalan kaki; sambil merenungkan di mana letak kesalahannya"

Dr. Arun berkata : Sungguh saya begitu menyesali perbuatan saya tersebut. Sejak saat itu seumur hidup, saya selalu berkata jujur pada siapapun.  Seandainya saja saat itu ayah menghukum saya, mungkin saya akan menderita atas hukuman itu, dan mungkin hanya sedikit saja menyadari kesalahan saya.Tapi dengan tindakan mengevaluasi diri yang dilakukan ayah, meski tanpa kekerasan, justeru memiliki kekuatan luar biasa utk mengubah diri saya sepenuhnya.

RUBAH SEGERA, HINDARI KEBOHONGAN. KEBOHONGAN HANYA AKAN MENAMBAH KEBOHONGAN LAGI. YG PADA AKHIRNYA MELUKAI ORG YG KITA CINTAI, JUGA DIRI KITA.

 Sumber: ISWARDENI di milis mega mind potensials.7 juni 2012


Monday, May 28, 2012

Setting Gmail di Microsoft Outlook 2007



Karena setiap hari penulis seringkali buka tutup e-mail untuk melihat informasi mengenai pekerjaan atau non pekerjaan, akhirnya penulis membuat tulisan di blog ini dengan judul setting gmail di microsoft outlook 2007. Kenapa di setting di Microsoft outlook? Karena penulis bisa membuka dan membaca email tersebut kapan saja secara offline ( tanpa akses internet) Hehe..
Tetapi pada awalnya penulis harus terkoneksi dulu dengan internet untuk menerima email-email yang masuk. Mau tahu cara nya? yup, kita langsung saja..

Langkah-langkah nya sebagai berikut :
  • Login di Gmail dan masukan account anda.
  • Setelah berada di gmail anda, lihat di pojok atas sebelah kanan ada ikon opsi.
  • Klik Opsi - Setelan Mail.

 
  •  Pada kotak dialog setelan, klik tab Penerusan dan POP/IMAP.


  •  Beri tanda/ ceklist aktifkan POP untuk semua email, lalu pilih simpan salinan di gmail inbox.

 



  •   Kemudian klik Simpan Perubahan.

http://3.bp.blogspot.com/-v-mVwilPzOE/TkJ4IUUFdHI/AAAAAAAAAQs/5JXiLTtOm0g/s320/5.jpg

Nah, teman2 baru saja selesai mengaktifkan / setting POP gmail, kemudian langkah berikutnya  :
  • Buka Ms. Outlook 2007
  • Klik tab Tools lalu klik Account Settings.


  •  Pada kotak dialog account setting, klik New.

  • Klik Microsoft Exchange, POP3, IMAP or HTTP, lalu klik Next.

  • Isi Nama & E-mail, Password dan Konfirmasi Password anda.. lalu klik Next.

  • Perhatikan proses Konfigurasi yang sedang berlangsung..

  • Konfigurasi anda berhasil jika seperti ini :

  • Lalu klik Finish.

Setelah itu teman2 kembali buka MS. Outlook 2007 :
  • Klik ikon Send/Receive.



Nah, sekarang teman2 tinggal menunggu penerimaan email yang masuk pada inbox MS. Outlook 2007 sampai selesai, baru teman2 boleh memutuskan koneksi internetnya. Gimana, mudah bukan? Nikmati membaca email secara offline.. selamat mencoba


NB
terima kasih buat http://4.bp.blogspot.com/-0b33A0YFRE8/TkJ5BXmNhxI/AAAAAAAAAQw/h4nHEgy3gOw/s320/6.jpg yang telah menyusun artikel ini sehingga saya bisa membuat email lebih praktis untuk personal maupun untuk bisnis. Bambang Suharno

Monday, May 7, 2012

Menyelesaikan Pertandingan



Dalam dunia kompetisi termasuk di dunia olah raga, sang pemenang adalah bintang yang senantiasa dijadikan teladan dan idola bagi masyarakat. Mereka adalah simbol kerja keras, simbol pantang menyerah dan simbol kesuksesan. Itu hal yang lumrah.

Hal yang berbeda terjadi di arena olimpiade bulan oktober 1968.  Seorang pelari yang kalah, bahkan menjadi pelari “paling lambat” di kelasnya dibanding para pesaingnya, justru menjadi inspirator keberhasilan bagi dunia. Waktu itu berlangsung nomor lomba  lari marathon di stadion olimpiade Mexico City. Lebih dari satu jam sebelumnya pelari Ethiopia Mamo Wolde sudah mencapai garis finish dan sudah disahkan sebagai juara, tapi sebagian penonton masih setia menunggu pelari terakhir asal tanzania yang bernama John Stephen Akhwari. Hari mulai gelap dan dingin.

Saat yang dinanti-nanti penonton olimpiade itu akhirnya tiba. John lari terhuyung-huyung mencapai garis finish dalam kondisi kaki berdarah akibat luka. Orang bersorak-sorai dan bertepuk tangan melihat semangat John untuk tetap menyelesaikan pertandingan itu. Sebagian penonton tak kuasa menitikan air mata.

Di arena ini, meski Juara olimpiade Mamo Wolde, tapi John Stephen Akhwari tak kalah populer. Bukan karena ia berada di paling belakang, melainkan karena kegigihannya untuk mencapai garis finish dengan keadaan berdarah-darah (dalam arti sebenarnya). Ia disanjung seperti pahlawan perang yang tetap maju melawan musuh sampai titik darah penghabisan.

Wartawan mengerubuti John dan sudah pasti pertanyaannya adalah “Mengapa John yang sudah pasti kalah dan dalam keadaan berdarah-darah tetap menyelesaikan lari hingga garis finish?”

Dengan peluh di sekujur tubuh dan luka yang berdarah, John menjawab, "Negara saya tidak mengirim saya untuk mendapat medali, melainkan untuk menyelesaikan pertandingan"

***
Inspirasi kesuksesan rupanya bukan hanya datang dari kemenangan, begitu kesimpulan saya membaca cerita di atas. Memang benar kemenangan adalah tujuan, dan untuk itulah ada “sejuta teknik” meraih kemenangan. Sejuta teknik ini tatkala dilaksanakan tidaklah selalu berjalan mulus. Seperti kita mau melakukan perjalanan jauh. Meskipun sudah dipersiapkan segala sesuatunya, kita tidak dapat memastikan semuanya dapat berjalan dengan lancar. Bisa saja terjadi ban kempes di jalan sepi di tengah malam. Atau bisa saja kehilangan barang ketika istirahat. Itu semua harus disikapi dengan sikap terbaik. Rintangan dalam perjalanan hidup ini juga begitu aneka rupa dan tidak mudah untuk ditebak. Dalam berbisnis, kita berupaya menggali bermacam ilmu agar produk laku di pasaran. Itu juga tidak menjamin barang tersebut langsung laris manis. Kadang ada proses benturan dinding yang memusingkan kepala entah itu penolakan oleh agen, distribusi tidak lancar ataupun penyebab lainnya.


Untunglah, lingkungan kita tidak melupakan orang-orang yang bekerja keras dan tuntas meski belum menghasilkan medali kejuaraan. Coba kita ingat di sekitar kita. Tak sedikit seorang tokoh organisasi yang kalah dalam pemilihan ketua umum, justru mendapat pujian hebat lantaran ia segera mengakui kekalahan dan mendukung program-program pesaingnya yang kini jadi pemenang. Pimpinan yang kalah ini membuat masyarakat sangat menghargainya.

Demikian pula halnya dengan John Stephen Akhwari yang tidak memenangkan nomor lari marathon, namun menunjukan kegigihan untuk menyelesaikan pertandingan. Ia menjadi simbol kegigihan menjalankan tugas hingga tuntas.

John C Maxwell dalam bukunya The Success Journey mengatakan dalam hidup ini tujuan kita adalah menyelesaikan pertandingan, dengan melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan.

Maxwell mengatakan,  John Stephen Akhwari adalah orang yang tetap konsisten dalam memandang tujuan. Ia menggunakan istilah “berfokus pada gambar besarnya”. Gambar besar di sini adalah menyelesaikan pertandingan, bukan “meraih medali”. Jika pelari Tanzania ini  fokus pada perolehan medali semata, maka dengan kondisi kaki terluka dan berdarah, ia memilih untuk berhenti di tengah jalan. Buat apa meneruskan, bukankah sudah jelas ia tak mungkin dapat medali di kejuaraan olimpiade ini?

Pelari ini juga tidak mencari-cari alasan untuk berhenti di tengah jalan meski ia berhak untuk melakukannya. “Sembilan puluh sembilan persen kegagalan datang dari orang yang mempunyai kebiasaan membuat alasan,” demikian kata George Washington Carver. Orang-orang yang sulit meraih sukses, umumnya pintar membuat alasan atas kekurangberhasilan yang mereka peroleh. Sebaliknya orang sukses tidak suka mencari-cari alasan atas kegagalannya meskipun ia berhak untuk melakukannya.

Dari kisah John Stephen Akhwari, saya lebih paham arti sebuah kegigihan dalam menyelesaikan kompetisi hidup. Bahwa kegagalan bukanlah peristiwa yang memalukan, buktinya John menjadi simbol orang sukses di dalam peristiwa “kegagalannya”. ***Bambang Suharno.



Masih tersedia buku kumpulan artikel motivasi dan refleksi “Jangan Pulang Sebelum Menang” karya Bambang Suharno. Dapatkan di Gramedia, atau pesan ke GitaPustaka, telp: 021.7884  1279.